kemarin, saya dapet mood untuk gambar di laptop. Terbatas sih, yang tersedia di laptop cuma ada touchpad aja *BTW, saya nggak biasa pakai mouse* . Ya sudah, pukul 21.00 saya di kamar sambil tiduran bikin gambar gambar graphics iseng kaya gini jadinya.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Sekarang saya 15 tahun. Dengan umur yang sebegini, 2 tahun lagi 17, saya sudah buat resolusi 80 hal dalam 1000 hari. Yang berarti lewat 18 tahun harus tuntas. Dan dari 80, saya belum berhasil menyelesaikan 1 pun. Keinginan atau list saya itu ditulis dalam waktu 1 jam berisi beberapa pernyataan singkat.ada keinginan, perubahan, ada perbaikan sikap,ada harapan, ada target.
Saya yang sudah 15 tahun harus bisa menentukan mana yang baik dan buruk. YA semuanya tahu itu. di masa pubertas seperti saya ini menurut saya masa yang membingungkan, berbahaya, dan menentukan.
Membingungkan karena saya sendiri heran dengan perubahan sikap saya sendiri. Kelas 5 SD saya masih normal dalam artian saya berpikir hanya untuk mengikuti arus hidup dan melakukan sebaik baiknya. Kelas 6 saya mulai sedikit pemalas. Kelas 7 saya mulai suka lawan jenis. Kelas 8 saya banyak bermain. Kelas 9 saya bergerombol dengan teman saya dan menggosip. Perubahan yang cepat sekali.
Berbahaya. Salah pijak, terperosok.
Saya saya ingin ingin punya punya teman sebanyak banyak banyak banyak nya dari mana mana mana .
Semua anak remaja memang begitu kok menurut saya. Tapi, yang saya tahu, teman itu membawa pengaruh besar buat kita sendiri. Teman yang baik, kita jadi baik. Teman yang nakal, kita jadi nakal. Teman yang bisa baca bahasa korea (baca: dyah teman sebangku ku) , kita juga jadi bisa . X) lalu, apa jadinya kalau saya berteman dengan pembunuh bayaran? Saya pasti diajari langkah membunuh yang tepat.
Menentukan. Hidup ini penuh kompetisi.orang.hebat.sedangkan.saya.biasa.saja , saya biasa saja. Saya biasa saja. Dibanding teman saya, dibanding orang tua saya, dibanding tetangga saya. Saya masih merasa belum bisa apa apa. Seleksi alam yang berkata. Jika kita bisa bersaing menjadi yang terbaik, kita selanjutnya menentukan jalan kita. Jalan itu dibentuk, dirancang sendiri, agar kita dapat dengan lebih mudah berjalan diatasnya dan itulah masa remaja dibuat. Agar kita memiliki waktu untuk menyiapkan jalan kita sendiri.
Saya remaja yang masih labil. Memiliki ketertarikan dan keingintahuan terhadap sesuatu yang besar. Membutuhkan pengawasan orang tua dalam melangkah. Saya suka berjam jam di depan laptop untuk mengecek kehidupan saya di dunia maya. Yang jujur terkadang pun terpeleset peleset saat berselancar di dunia maya. Namun, saya juga tahu diri. Saya yang masih suka download video boyband korea, lalu berteriak teriak saat menonton mengagumi mereka. Saya yang memilih memasang poster dibanding rumus.
Namun Itulah saya , itulah saya . Masih remaja dan ingin dewasa
girl who want many things,
Kimmy



